Barcelona menghadapi tugas berat di leg kedua semifinal Copa del Rey setelah takluk 0-4 dari Atletico Madrid dalam pertandingan leg pertama yang digelar di Riyadh Air Metropolitano. Kendati demikian, bek Barcelona, Eric Garcia, menegaskan timnya belum menyerah dan yakin mampu membalikkan keadaan di kandang sendiri.
Kekalahan Telak di Leg Pertama
Dalam laga leg pertama semifinal Copa del Rey, Barcelona harus mengakui keunggulan telak Atletico Madrid dengan skor 0-4. Empat gol Atletico dicetak melalui gol bunuh diri Eric Garcia, serta gol dari Antoine Griezmann, Ademola Lookman, dan Julian Alvarez. Pertandingan ini juga diwarnai kartu merah yang diterima Eric Garcia pada menit ke-85, membuat Barcelona harus menyelesaikan laga dengan sepuluh pemain.
Kekalahan ini membuat Barcelona mengemban misi yang sangat berat di leg kedua. Mereka wajib menang dengan selisih lebih dari empat gol di Camp Nou untuk bisa melaju ke partai final. Leg kedua dijadwalkan akan berlangsung pada 4 Maret mendatang.
Optimisme Garcia untuk Leg Kedua
Meskipun situasi sulit, Eric Garcia menunjukkan optimisme tinggi. Ia yakin Barcelona memiliki potensi untuk membalikkan defisit gol di leg kedua, terutama dengan dukungan penuh dari para penggemar di Camp Nou yang diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi tim.
Garcia mengakui bahwa rapuhnya lini belakang Barcelona menjadi salah satu penyebab kekalahan telak ini. Ia menekankan bahwa hal tersebut tidak boleh terulang kembali di pertandingan selanjutnya.
“Masih ada satu pertandingan lagi di kandang, dengan dukungan penggemar dan pemain yang akan kembali. Jika kita fokus sejak awal, kita bisa membalikkan keadaan,” ujar Garcia seperti dikutip dari Barca Blaugranes.
Ia menambahkan, “Saya tidak akan berbohong. Mereka masuk ke area pertahanan kami dengan sangat mudah. Ada banyak ruang kosong. Di babak kedua kami menyesuaikan diri dan mengubah strategi.”
Pertandingan leg pertama yang berakhir dengan skor 4-0 untuk kemenangan Atletico Madrid ini menjadi sorotan, dengan video pertandingan yang menunjukkan dominasi Atletico dalam menyerang pertahanan Barcelona.





