Liga Spanyol

Di Maria Ungkap Tekanan Tinggi di Madrid Jadi Penyebab Xabi Alonso Dipecat

Advertisement

Madrid – Gelandang senior Angel Di Maria mengungkapkan pandangannya mengenai pemecatan Xabi Alonso dari kursi kepelatihan Real Madrid. Menurut Di Maria, Alonso tetap merupakan pelatih hebat, namun tekanan di klub sebesar Real Madrid terlampau tinggi baginya.

Alonso Dipecat Usai Kekalahan di Final Piala Super

Xabi Alonso harus mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Real Madrid pada pertengahan Januari 2026. Keputusan ini diambil setelah Madrid menelan kekalahan 2-3 dari Barcelona dalam laga final Piala Super Spanyol. Alonso hanya menjabat sebagai juru taktik El Real selama tujuh bulan sejak ditunjuk pada awal musim.

Pria asal Spanyol itu diharapkan menjadi suksesor Carlo Ancelotti, dan memulai kiprahnya dengan menjanjikan. Namun, performa Madrid perlahan menurun. Muncul pula kabar mengenai ketidakmampuan Alonso dalam mengendalikan ruang ganti tim, serta ketidaksukaan sejumlah bintang Madrid terhadapnya.

Real Madrid kemudian menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pengganti Alonso. Mantan rekan setim Alonso di Madrid, Angel Di Maria, mengaku terkejut dengan pemecatan tersebut. Ia menilai Madrid masih berada di jalur yang tepat di LaLiga dan Liga Champions.

Tekanan Tinggi Klub Ibu Kota

Di Maria mengakui bahwa tekanan di Real Madrid memang sangat tinggi sebagai klub besar. Situasi ini menuntut para petinggi klub untuk selalu meraih hasil optimal. Satu kekalahan melawan Barcelona di final Piala Super sudah cukup berujung pada pemecatan Alonso.

Advertisement

“Mbappe sudah mengatakan bahwa itu bukanlah kegagalan karena dia hanya kalah di final Piala Super melawan Barcelona, yang tidak terlalu buruk,” ujar Di Maria dikutip dari AS.

“Masalahnya, tekanan di Madrid tidak mudah. Kesabaran sangat terbatas di klub sebesar itu dan mereka menginginkan hasil yang cepat, tetapi dia adalah pelatih yang hebat,” jelasnya.

(Video: Lyon Pinjam Endrick dari Real Madrid Sampai Akhir Musim)

Advertisement