Milan – Inter Milan berambisi meraih kemenangan saat menjamu Bologna di Giuseppe Meazza pada lanjutan Liga Italia, Senin (5/1/2026). Pelatih Inter, Cristian Chivu, menyadari betul bahwa Bologna kerap menjadi batu sandungan bagi timnya dan bertekad belajar dari kekalahan sebelumnya.
Misi Kembali ke Puncak Klasemen
Saat ini, Inter Milan menempati peringkat kedua klasemen sementara Serie A dengan mengoleksi 36 poin. Kemenangan atas Bologna sangat krusial untuk mengkudeta rival sekota, AC Milan, yang berada di puncak dengan selisih dua angka.
Rekor Buruk Melawan Bologna
Namun, misi meraih tiga poin tidak akan mudah. Rekor pertemuan Inter melawan Bologna dalam lima laga terakhir terbilang buruk. La Beneamata hanya mampu meraih satu kemenangan, sementara Bologna berhasil tiga kali menang. Satu pertandingan lainnya berakhir imbang.
Kekalahan paling menyakitkan bagi Inter terjadi di semifinal Piala Super Italia, di mana Bologna berhasil menyingkirkan Nerazzurri dengan skor 2-1, memupus ambisi mereka melaju ke partai puncak.
Chivu Akui Kekuatan Bologna
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengakui bahwa Bologna selalu menjadi lawan yang sulit dihadapi. Ia menekankan pentingnya kesabaran dalam membongkar pertahanan solid tim tamu.
“Kami tahu ini pertandingan yang sulit melawan tim yang selalu menyulitkan siapa pun karena mereka memiliki identitas dan intensitas yang tinggi,” ujar Chivu, dikutip dari Gazzetta.
Chivu menambahkan, Bologna memiliki keunggulan dalam transisi dan pertahanan.
“Bologna selalu menciptakan rintangan bahkan dalam situasi sederhana. Mereka memiliki pemain sayap yang bisa menusuk dan gelandang dengan fisik yang kuat. Mereka juga tahu cara bermain man-to-man; mereka memiliki stamina dan timing yang bagus, serta tekad yang kuat. Bahkan jika kita berhasil melewati lini pertahanan pertama, banyak dari mereka akan mundur, jadi kita perlu berhati-hati dan melakukan beberapa hal dengan lebih baik, dengan rasa tanggung jawab yang tinggi,” jelasnya.






