Liga Italia

Jonathan David Menebus Dosa Penalti Gagal dengan Performa Gemilang Lawan Sassuolo

Advertisement

Striker Juventus, Jonathan David, berhasil bangkit dari sorotan negatif usai gagal mengeksekusi penalti di laga sebelumnya. Pemain asal Kanada ini tampil gemilang dan dinobatkan sebagai man of the match saat Juventus menghantam Sassuolo tiga gol tanpa balas dalam lanjutan Serie A.

Penebusan Dosa di Stadion Mapei

Pada pertandingan akhir pekan lalu, David menjadi pusat perhatian setelah tendangan penaltinya ke arah tengah dimentahkan oleh kiper Lecce, Wladimiro Falcone, saat Juventus bermain imbang 1-1. Kegagalan ini semakin menambah daftar kritikan mengingat David sedang mengalami paceklik gol. Gol terakhirnya di Serie A tercipta pada Agustus lalu, sementara gol terbarunya di semua kompetisi adalah saat melawan Pafos di Liga Champions pada 10 Desember.

Namun, di Stadion Mapei pada Rabu (7/1/2026) dini hari WIB, David menunjukkan performa yang berbeda. Ia menjadi motor serangan Juventus, mencatatkan tiga tembakan dan enam umpan kunci selama 75 menit berada di lapangan. Kontribusinya terlihat jelas saat ia memberikan assist untuk gol Fabio Miretti di menit ke-62, mengirim bola cerdik kepada gelandang muda yang berlari bebas ke kotak penalti lawan.

Gol dan Dukungan Tim

Semenit berselang setelah assistnya, David mencatatkan namanya di papan skor memanfaatkan blunder pemain Sassuolo, Jay Idzes. Gol tersebut disambut hangat oleh rekan-rekan setimnya, termasuk para pemain di bangku cadangan. Pelatih Luciano Spalletti pun turut menghampiri David untuk memberikan apresiasi.

Tak hanya menyerang, David juga menunjukkan kontribusi defensif dengan melakukan dua tekel sukses dan dua intersep sebelum akhirnya digantikan oleh Lois Openda. Penampilannya yang komplet ini membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut oleh Serie A.

Komentar David dan Harapan ke Depan

Usai pertandingan, David mengungkapkan rasa syukurnya atas gol dan performa yang ditunjukkannya. “Saya pikir itu gol yang bagus, datang di momen yang tepat untuk saya dan tim. Pada akhirnya, yang paling penting adalah kami kembali ke jalur kemenangan,” ujar David kepada DAZN Italia.

Advertisement

Ia juga menyoroti dukungan yang diberikan oleh tim dan pelatih. “Ya, saya melihatnya (Spalletti). Itu sebuah aksi yang baik, semua orang di sini terus mendukung saya dan tim, jadi ini pertanda baik bahwa semua orang dapat merayakan bersama. Saya sangat menghargai ini,” tambahnya sambil tersenyum.

David mengakui bahwa kegagalan penalti sebelumnya sangat membebaninya. “Hal yang paling menyakitkan bagi saya usai penalti gagal adalah rasanya seperti kekalahan, meskipun kami bermain imbang. Itulah yang paling menyakitkan bagi saya, karena kemenangan adalah hal terpenting. Setelah itu, saya tahu banyak laga menanti, jadi saya mencoba untuk fokus ke laga selanjutnya.”

Mengenai eksekusi penaltinya yang gagal, David menjelaskan, “Saat saya mengambil penalti, saya mencoba untuk mengubah arah dan membuat kiper lawan bingung. Saya tidak menendangnya seperti yang saya inginkan, dan itulah mengapa bola tidak masuk,” tegasnya.

Ketajaman Jonathan David kini diharapkan kembali hadir saat Juventus menjamu Cremonese pada Selasa (13/1) pekan depan.

Advertisement