Mantan Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, secara terbuka mengakui ketidaksukaannya terhadap cara Simone Inzaghi meninggalkan klub. Moratti, yang memiliki peran krusial dalam sejarah Inter, termasuk saat meraih treble winner pada 2010 di bawah Jose Mourinho, membandingkan kepergian Inzaghi dengan Mourinho.
Perbandingan dengan Jose Mourinho
Jose Mourinho memilih hengkang dari Inter pada tahun 2010 setelah mengantarkan klub meraih prestasi puncak. Menurut Moratti, Mourinho pergi dengan cara yang dianggapnya ‘keren’.
Situasi berbeda terjadi pada kepergian Simone Inzaghi pada musim panas 2025. Setelah gagal mempersembahkan gelar bagi Inter di musim 2024/2025 dan mengalami kekalahan telak 0-5 dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions, Inzaghi memutuskan pindah ke Liga Arab Saudi untuk melatih Al Hilal.
Massimo Moratti merasa sulit menerima langkah Inzaghi tersebut, karena ia menganggap kepindahan itu bukanlah sebuah peningkatan karier yang berarti.
Kritik Moratti terhadap Inzaghi
“Saya rasa Inzaghi pergi dengan cara yang buruk. Saya sama sekali tidak menyukai apa yang terjadi,” ujar Moratti kepada Radio Kiss Kiss.
Ia melanjutkan, “Dia mencoba meniru Mourinho, tetapi itu adalah kesan yang buruk, karena Mou telah memenangkan Treble sebelum pergi.”
Meskipun demikian, Moratti mengakui bahwa Inzaghi sebenarnya mampu mempersembahkan trofi domestik untuk Inter, dengan gelar terbaiknya adalah Scudetto pada musim 2023/2024.






