Liga Italia

Pelempar Flare ke Emil Audero Ditangkap, Pelaku Berbeda dengan Korban Jari Putus

Advertisement

Kepolisian Cremona, Italia, berhasil menangkap seorang pria berusia 19 tahun yang diduga sebagai pelaku pelemparan flare ke arah kiper Cremonese dan Tim Nasional Indonesia, Emil Audero Mulyadi. Insiden ini terjadi saat pertandingan antara Inter Milan melawan Cremonese di Stadion Giovanni Zini pada akhir pekan lalu.

Insiden Berbahaya di Stadion

Pertandingan yang dimenangkan Inter Milan dengan skor 2-0 tersebut sempat terhenti di awal babak kedua akibat insiden pelemparan flare. Emil Audero terkapar di lapangan setelah terkena objek tersebut, memaksa tim medis segera memasuki lapangan untuk memberikan pertolongan. Beruntung, Audero tidak mengalami luka serius dan dapat melanjutkan pertandingan.

Pelaku yang ditangkap diyakini merupakan bagian dari kelompok ultras Inter Milan yang baru terbentuk bernama ‘No Name’. Identitasnya berhasil terungkap berkat rekaman video pengawasan stadion.

Pelaku Berbeda dengan Korban Jari Putus

Menariknya, pelaku yang ditangkap ini berbeda dengan sosok yang sempat diberitakan mengalami luka parah akibat ledakan petasan di tangannya hingga kehilangan tiga jari. Pemberitaan sebelumnya sempat mengaitkan insiden jari putus dengan pelempar flare ke Audero, namun hal tersebut kini telah diklarifikasi.

Advertisement

Menurut laporan La Gazzetta dello Sport yang dikutip detikSport, Kepolisian Cremona terus melakukan investigasi lebih lanjut melalui unit operasi khusus. Aparat berupaya mengidentifikasi semua pihak yang bertanggung jawab atas peluncuran petasan dan flare sebelum pertandingan dimulai.

Sanksi Berat untuk Inter Milan

Akibat insiden serius ini, Kementerian Dalam Negeri Italia menjatuhkan sanksi berat kepada Inter Milan. Klub berjuluk Nerazzurri tersebut dilarang didampingi oleh suporternya dalam tiga laga tandang beruntun di Serie A hingga 23 Maret 2026. Sanksi ini juga mencakup laga tandang di area Lombardi.

“Setelah adanya insiden serius yang terjadi di laga tersebut, Kementerian Dalam Negeri menghukum fans Inter tidak boleh mendampingi timnya di laga tandang sampai 23 Maret 2026, termasuk juga untuk laga tandang di area Lombardi,” demikian bunyi pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Italia.

Advertisement