Jakarta – Real Madrid kini menghadapi lawan yang tak terduga: para suporternya sendiri. Stadion Santiago Bernabeu yang seharusnya menjadi kandang kebanggaan, justru berubah menjadi arena cemoohan bagi para pemain El Real.
Suporter Bernabeu Tebar Cemoohan
Dalam lanjutan Liga Spanyol pada Sabtu (17/1/2026) malam WIB, Real Madrid menjamu Levante. Pertandingan tersebut menjadi petaka bagi tim asuhan Carlo Ancelotti. Dilansir dari Marca, para suporter Madrid yang hadir di Bernabeu tak henti-hentinya mencemooh para pemainnya, terutama Jude Bellingham dan Vinicius Jr. Keduanya menjadi sasaran utama ejekan setiap kali menyentuh bola.
Situasi memanas saat turun minum. Para suporter El Real membentangkan sapu tangan putih, sebuah simbol yang dinilai melambangkan rasa jenuh dan kekecewaan mendalam terhadap kondisi klub.
Rentetan Hasil Buruk Picu Kemarahan
Kemarahan suporter ini dipicu oleh rentetan hasil minor yang dialami Real Madrid. Kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol, pemecatan pelatih Xabi Alonso yang mendadak, hingga tersingkirnya tim dari Copa del Rey oleh klub divisi kedua, semakin memanaskan suasana. Bahkan, Presiden Klub, Florentino Perez, tak luput dari cacian para penggemar.
Menjelang laga melawan Levante, pihak klub telah berupaya melakukan koordinasi dengan kelompok suporter. Tujuannya adalah untuk mencegah aksi cemoohan terhadap pemain. Ada ancaman larangan datang ke Bernabeu bagi siapa pun yang tertangkap kamera melakukan ejekan. Namun, upaya tersebut tampaknya tidak membuahkan hasil, karena para suporter tetap melancarkan protesnya.
Kritik dari Internal Klub
Situasi ini juga memicu kekecewaan dari kalangan petinggi klub. Salah satu sumber internal mengungkapkan pandangannya mengenai loyalitas suporter.
“Sepertinya para suporter hanya senang ketika kami menang. Jika mereka tidak bersama ketika tim sedang kalah, maka mereka bukan bagian kami,” ujar salah satu sumber di klub, yang enggan disebutkan namanya.
Peluang Trofi Musim Ini
Saat ini, Real Madrid masih memiliki dua peluang untuk meraih trofi musim ini, yaitu di LaLiga dan Liga Champions. Pertanyaan besar pun muncul: mampukah Los Blancos mengamankan salah satu gelar tersebut, atau akankah mereka menutup musim dengan tangan hampa? Jika skenario tanpa gelar terjadi, drama antara Real Madrid dan suporternya sendiri diprediksi akan semakin memanas.






