Real Madrid secara resmi mengumumkan perpisahan dengan pelatih Xabi Alonso pada Selasa, 13 Januari 2026. Keputusan ini diambil menyusul kekalahan tim dari Barcelona di final Piala Super Spanyol yang digelar di Jeddah, Minggu (11/1/2026), yang tampaknya menjadi titik akhir kesabaran manajemen klub.
Periode Awal Menjanjikan, Akhir yang Mengecewakan
Alonso, yang ditunjuk pada musim panas lalu menggantikan Carlo Ancelotti yang memilih menangani Timnas Brasil, sempat menunjukkan performa impresif di awal masa kepelatihannya. Di bawah asuhannya, Real Madrid meraih 13 kemenangan dari 14 pertandingan awal musim ini, termasuk kemenangan 2-1 atas Barcelona. Mereka juga sempat nyaman memuncaki klasemen LaLiga dan berada di posisi yang baik dalam fase grup Liga Champions.
Namun, performa tim mengalami penurunan drastis dalam beberapa waktu terakhir. Kylian Mbappe dan rekan-rekannya hanya mampu meraih tiga kemenangan dari sembilan pertandingan terakhir di berbagai ajang. Kekalahan di kandang sendiri dari Celta Vigo dan Manchester City semakin memperburuk catatan tim, yang akhirnya membuat mereka kehilangan puncak klasemen LaLiga yang kini dikuasai Barcelona.
Faktor Internal dan Kepemimpinan
Menurut laporan The Athletic, manajemen Real Madrid sebenarnya memiliki keinginan untuk mempertahankan Alonso. Mereka menyadari bahwa tidak semua kesalahan dapat dibebankan sepenuhnya kepada sang pelatih. Namun, hasil yang kurang memuaskan di lapangan menjadi pertimbangan utama. Selain itu, isu ketidakharmonisan di ruang ganti juga menjadi sorotan tajam. Sejumlah pemain dilaporkan merasa tidak senang dengan gaya kepemimpinan Alonso, termasuk Vinicius Junior, Jude Bellingham, dan Federico Valverde.
Catatan Statistik Alonso
Puncak dari rentetan hasil minor tersebut adalah kekalahan 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Keputusan pemecatan diumumkan kurang dari 24 jam setelah pertandingan tersebut.
Secara keseluruhan, Xabi Alonso meninggalkan Real Madrid dengan catatan statistik yang tidak buruk. Ia berhasil meraih 24 kemenangan dari 34 pertandingan yang dipimpinnya, dengan persentase kemenangan mencapai 70,59 persen. Angka ini menempatkannya di bawah beberapa pelatih legendaris Madrid dalam dua dekade terakhir seperti Carlo Ancelotti, Jose Mourinho, dan Manuel Pellegrini.






