Bandung dan Yogyakarta telah menyelesaikan Seri 2 MilkLife Soccer Challenge 2025-2026. Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menyoroti bahwa konsistensi latihan intensif menjadi faktor krusial di balik lahirnya para juara muda.
Hasil Kompetisi dan Penilaian Pelatih
Turnamen yang berakhir pada Minggu, 1 Februari 2026, ini menyaksikan SDN 035 Soka dan SDN 036 Ujungberung keluar sebagai juara di Bandung untuk kategori KU 10 dan KU 12. Sementara itu, di Yogyakarta, SDN Nglarang yang merupakan tim debutan, serta SD Muhammadiyah Sapen, berhasil meraih gelar juara di KU 10 dan KU 12.
Timo Scheunemann mengapresiasi peningkatan performa para peserta. “Kita bisa melihat hasil juara ini membuktikan bahwa mereka sudah semakin rutin berlatih, ada rasa tidak ingin kalah dan mendapat hasil lebih baik dari seri sebelumnya,” ujar Timo dalam keterangan persnya.
Ia menambahkan, para pemain menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai posisi bermain dan penguasaan bola. “Mereka sekarang juga sudah lebih paham posisi dan penguasaan bola. Tentu ini menjadi angin segar dari segi iklim kompetisi. Persaingan di setiap seri justru semakin sengit, juara tidak didominasi oleh satu tim saja,” sambungnya.
Prospek All-Stars Bandung dan Perubahan Format
Pelatih berlisensi UEFA A Pro ini merasa terkesan dengan kualitas peserta MLSC Bandung 2025-2026 yang dinilainya memiliki potensi besar. Hal ini membuatnya optimistis terhadap peluang tim All-Stars Bandung di MLSC All-Stars 2025-2026 untuk meraih hasil lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai fase grup.
“Jika dilihat dari hasil MLSC Bandung Seri 2 2025 – 2026, All-Star Bandung nanti termasuk salah satu yang punya kans untuk juara. Tapi saya harus melihat terlebih dulu dan kumpulkan pemain-pemain yang kita pilih, kita bandingkan,” jelas Timo.
Ia juga menekankan pentingnya seleksi pemain yang tepat. “Karena mereka di MLSC All-Stars sebelumnya bermain dengan pemain-pemain yang kurang bagus. Nanti kalau sudah dikumpulkan sama pemain yang lumayan bagus, kita pilih lagi,” tandasnya.
Program MilkLife Soccer Challenge akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars, yang akan mempertemukan talenta terbaik dari setiap kota. Para pemain terpilih akan mengikuti pelatihan intensif melalui MilkLife Soccer Extra Training.
Terdapat perubahan format pada MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025-2026, dari pertandingan 7 vs 7 menjadi 9 vs 9. Acara puncak ini dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, di mana para wakil kota akan bersaing memperebutkan gelar juara.






