Liga Spanyol

Tragedi Copa del Rey: ‘Albacetazo’ Muncul, Ingatkan Real Madrid pada ‘Alcorconazo’

Advertisement

Jakarta – Real Madrid kembali menelan pil pahit di Copa del Rey. Tersingkir di tangan tim divisi kedua, Albacete, pada babak 16 besar musim 2025/2026, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB, memunculkan julukan ‘Albacetazo’ dari media Spanyol. Kejutan ini mengingatkan publik pada ‘Alcorconazo’, momen serupa yang pernah dialami El Real.

Kekalahan mengejutkan terjadi di Stadion Carlos Belmonte. Gol Jefte Betancor pada menit keempat injury time memastikan Real Madrid harus mengakui keunggulan Albacete dengan skor 3-2.

“Ini malam terindahku dalam sepakbola,” ujar Jefte, yang mencetak dua gol dalam laga tersebut, kepada Radioestadio Noche. “Istriku bilang, putraku melompat-lompat kegirangan di rumah. Ayahnya baru saja bikin dua gol ke gawang Real Madrid, yang diperkuat Vinicius, (Kylian) Mbappe, dan bintang-bintang lain.”

Apa itu Alcorconazo?

Julukan ‘Albacetazo’ muncul karena Albacete merupakan tim dari divisi kedua Liga Spanyol. Kejutan ini sontak dibandingkan dengan ‘Alcorconazo’, sebuah kekalahan tak terduga yang juga dialami Real Madrid di ajang yang sama.

Alcorconazo merujuk pada hasil leg pertama babak 32 besar Copa del Rey musim 2009/2010. Saat itu, Real Madrid secara mengejutkan takluk 0-4 dari Alcorcon, yang notabene adalah tim divisi ketiga Liga Spanyol. Pertandingan tersebut digelar di Estadio Municipal de Santo Domingo pada 27 Oktober 2009.

Advertisement

Meskipun Real Madrid berhasil memenangi leg kedua di Santiago Bernabeu dengan skor 1-0, kemenangan itu tidak cukup untuk membalikkan keadaan. Mereka tetap tersingkir karena kalah agregat.

Peran Alvaro Arbeloa dalam Dua Kejutan

Menariknya, kedua momen kejutan tersebut sama-sama melibatkan Alvaro Arbeloa dalam skuad Real Madrid, meski dengan peran yang berbeda.

Saat Real Madrid dilumat Alcorcon, Arbeloa masih berstatus sebagai pemain El Real. Sementara itu, dalam kekalahan melawan Albacete, Arbeloa menjalani debutnya sebagai pelatih tim utama Real Madrid.

“Di klub ini, imbang pun jadi hasil buruk. Kekalahan seperti ini adalah sebuah tragedi. Terutama ketika melawan sebuah lawan dari divisi di bawah,” kata Arbeloa usai pertandingan melawan Albacete, seperti dikutip Eurosport.

Advertisement