Liga Spanyol

Xabi Alonso Dipecat Real Madrid: Perselisihan Transfer dan Peran Mastantuono Jadi Sorotan

Advertisement

Madrid – Xabi Alonso harus mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Real Madrid lebih cepat dari perkiraan. Keputusan pemecatan ini, yang terjadi pada Januari 2026, tidak lepas dari beberapa faktor krusial, termasuk ketidaksepakatan mengenai strategi transfer pemain.

Alasan Pemecatan Alonso

Alonso, yang dikontrak dua tahun pada musim panas sebelumnya, hanya mampu bertahan hingga Januari. Kekalahan dari rival abadi, Barcelona, di Final Piala Super Spanyol menjadi titik akhir bagi kepemimpinannya. Meskipun didukung oleh barisan penyerang berkualitas, performa tim di bawah Alonso dinilai kurang menghibur, ditambah lagi dengan adanya friksi dengan beberapa pemain bintang.

Menurut laporan Marca, dua aspek tersebut menjadi bagian dari lima alasan utama di balik pemecatan Alonso. Meskipun berhasil membawa Madrid mencapai final Piala Super Spanyol, cara tim mengalahkan Atletico Madrid dianggap tidak memuaskan oleh Presiden Florentino Perez.

Ketidaksepakatan Transfer Pemain

Namun, friksi antara Alonso dan Perez sebenarnya sudah dimulai sejak awal. Perez menolak permintaan Alonso untuk mendatangkan gelandang bertahan. Alonso awalnya mengincar Martin Zubimendi dari Real Sociedad dengan klausul pelepasan 60 juta euro. Sayangnya, pemain tersebut akhirnya direkrut oleh Arsenal karena Perez menganggap harga Zubimendi terlalu mahal.

Advertisement

Alih-alih mencari pemain bertahan, Perez justru memilih untuk mendatangkan Franco Mastantuono dari River Plate dengan nilai transfer yang serupa. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan, mengingat Madrid sudah memiliki banyak stok pemain depan, terutama di posisi gelandang serang. Buktinya, Mastantuono sendiri jarang mendapatkan kesempatan bermain musim ini, dengan catatan 17 penampilan, satu gol, dan satu assist.

Penolakan Perpanjangan Kontrak Modric

Faktor lain yang memberatkan posisi Alonso adalah penolakan Perez terhadap keinginannya untuk memperpanjang kontrak Luka Modric. Alonso melihat Modric sebagai sosok penting untuk menjadi panutan bagi pemain muda di tengah masa transisi tim. Gaya bermain Modric juga dinilai sangat cocok dengan filosofi yang ingin diterapkan Alonso.

Meskipun Madrid memiliki Aurelien Tchouameni dan Eduardo Camavinga, keduanya tidak memiliki profil sebagai gelandang bertahan murni. Ketidaksepakatan dengan presiden klub dan friksi dengan pemain menjadi alasan kuat di balik pemecatan Xabi Alonso dari kursi kepelatihan Real Madrid.

Advertisement