Liga Indonesia

9 Anggota Exco FAM Tolak Mundur, Reformasi Tata Kelola Sepak Bola Malaysia Terhambat

Advertisement

Kuala Lumpur – Upaya reformasi Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) pasca-skandal naturalisasi pemain kini menghadapi hambatan. Sembilan anggota Komite Eksekutif (Exco) FAM menolak untuk mengundurkan diri, menghentikan proses perbaikan tata kelola badan sepak bola nasional tersebut.

Deadlock Rapat Exco FAM

Ketegangan mewarnai rapat di Wisma FAM pada Selasa (27/1/2026) yang berlangsung dari pagi hingga malam. Rapat tersebut berakhir deadlock akibat penolakan sembilan anggota Exco untuk mundur. Keputusan ini dinilai menghambat reformasi tata kelola FAM.

“Hal-hal memanas di Wisma FAM. Tepatnya, sembilan anggota komite eksekutif telah secara terbuka memprotes dan tidak siap untuk menyerah atau bergabung dengan pengunduran diri massal,” ungkap seorang sumber kepada Scoop.

Kesembilan Exco tersebut menolak rekomendasi yang diajukan oleh Pelaksana Tugas Ketua FAM dan Presiden Kehormatan FAM. Seruan untuk mundur, yang seharusnya dapat menghindarkan FAM dari sanksi lebih berat terkait skandal naturalisasi, justru dimentahkan.

Intervensi AFC dan FIFA

Sebelumnya, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) disebut akan turut campur dalam pemilihan Exco FAM yang baru. Melalui gugus tugas yang bekerja sama dengan Sekjen dan beberapa departemen terpilih, AFC yang merupakan perpanjangan tangan FIFA, berencana membenahi ekosistem sepak bola Malaysia, termasuk tata kelola, keuangan, statuta, hingga mekanisme pemilihan ketua.

Advertisement

Rencana intervensi ini muncul setelah FAM menjadi sorotan akibat skandal naturalisasi pemain pada tahun lalu. Sebanyak tujuh pemain asing terbukti tidak memiliki darah keturunan Malaysia. FIFA menjatuhkan sanksi denda kepada FAM, serta denda dan larangan bermain kepada ketujuh pemain tersebut.

Banding dan Sanksi Lanjutan

Malaysia sempat mengajukan banding atas sanksi tersebut, namun ditolak oleh komite banding FIFA. Badan sepak bola dunia itu justru membongkar adanya keteledoran FAM dalam proses naturalisasi, termasuk dugaan pemalsuan dokumen yang hingga kini masih menjadi misteri siapa yang bertanggung jawab.

FAM kemudian mencoba mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk melawan keputusan FIFA. Hasilnya, CAS menangguhkan sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut. Namun, ini bukanlah putusan final CAS, dan banding masih dalam peninjauan, yang berpotensi membuat sanksi menjadi lebih berat, bahkan ancaman pembekuan seperti yang sempat diungkapkan AFC.

Advertisement