Jakarta – Borneo FC Samarinda tengah menghadapi periode sulit dalam kompetisi Super League 2025/26. Tim berjuluk Pesut Etam ini, yang sempat tampil dominan dengan menyapu bersih 11 laga awal, kini harus rela posisinya digusur oleh Persib Bandung dan Persija Jakarta di papan atas klasemen.
Perjalanan Borneo FC di awal musim terbilang impresif. Mereka membuka kompetisi dengan rentetan 11 kemenangan beruntun, yang membuat mereka kokoh di puncak klasemen dan menjadi tim paling konsisten pada periode tersebut. Namun, tren positif ini mulai goyah pada pekan ke-13.
Kekalahan perdana Borneo FC terjadi saat menjamu Bali United, yang berakhir dengan skor 0-1. Sepekan kemudian, performa mereka kembali menurun setelah takluk 1-3 dari Persib Bandung. Rentetan hasil minor berlanjut di dua laga berikutnya, di mana Borneo ditahan imbang 2-2 oleh Persebaya Surabaya dan kalah dramatis 2-3 dari Malut United.
Kemenangan baru kembali diraih pada laga kelima setelah kekalahan perdana, yakni kemenangan tipis 2-1 atas PSM Makassar. Namun, hasil tersebut belum cukup untuk mendongkrak kembali performa tim secara keseluruhan. Pada pekan berikutnya, Borneo kembali terpeleset setelah kalah 0-2 dari Persita Tangerang, yang semakin mengancam posisi mereka di papan atas.
Situasi ini dimanfaatkan oleh Persib Bandung. Tim Maung Bandung berhasil menggusur Borneo FC dari puncak klasemen pada pekan ke-18 dan hingga kini masih bertahan di posisi teratas dengan mengumpulkan 50 poin. Tekanan bagi Borneo semakin bertambah dengan naiknya Persija Jakarta ke posisi kedua klasemen. Persija mengoleksi 47 poin setelah mengalahkan PSM Makassar 2-1 pada Jumat (20/2).
Borneo FC gagal merebut kembali posisi papan atas setelah kalah 1-2 dari Dewa United pada Minggu (22/2/2026). Pertandingan tersebut menjadi bukti bahwa performa Borneo belum stabil.
Evaluasi Pelatih dan Tantangan ke Depan
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menyatakan bahwa target utama timnya adalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin. Ia mengakui pencapaian tim di awal musim dan posisi mereka saat ini di papan atas.
“Sejak awal target kami adalah meraih sebanyak mungkin poin. Kami sempat meraih banyak kemenangan beruntun dan sekarang masih ada di papan atas,” kata Fabio Lefundes, mengutip dari detikKalimantan.
Lefundes juga menyampaikan apresiasinya kepada para pemain dan staf.
“Saya puas dengan pemain dan staf. Apa yang kami capai sekarang adalah hasil kerja bersama,” ujarnya.
Tantangan bagi Borneo FC belum berakhir. Dalam empat laga mendatang, mereka akan menghadapi lawan-lawan berat, termasuk Arema FC, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan Persib Bandung. Hasil yang kurang memuaskan dalam rangkaian laga ini berpotensi membuat posisi mereka semakin merosot. Sebaliknya, raihan poin maksimal dapat mengembalikan mereka ke jalur persaingan juara.
Menghadapi jadwal padat di bulan Ramadan, Lefundes menegaskan kesiapan timnya.
“Bukan hanya mereka yang harus menghadapi kami, kami juga harus siap menghadapi mereka. Jadwal saat Ramadan sangat padat, tapi kami akan berjuang sampai akhir,” ucap sang pelatih.





