MADRID – Sejumlah penggemar Real Madrid menyuarakan kekecewaan mereka terhadap Presiden Florentino Perez dengan membentangkan spanduk protes di berbagai sudut kota Madrid. Desakan mundur ini muncul menyusul rentetan hasil minor yang diraih tim kesayangan mereka, terutama setelah pemecatan pelatih Xabi Alonso.
Rentetan Kegagalan Real Madrid
Performa Real Madrid belakangan ini memang jauh dari harapan. Klub berjuluk Los Merengues ini dipastikan gagal meraih dua gelar penting dalam kurun waktu sepekan. Mereka kalah di final Piala Super Spanyol dan tersingkir secara memalukan di babak 16 besar Copa del Rey.
Pukulan telak terjadi saat Real Madrid didepak oleh klub divisi dua Spanyol, Albacete, dengan skor 2-3 dalam laga Copa del Rey. Pertandingan tersebut menjadi sorotan karena menjadi laga pertama Real Madrid pasca-pemecatan Xabi Alonso.
Dugaan Ketidakberesan Internal
Xabi Alonso sendiri harus angkat kaki dari kursi kepelatihan setelah kekalahan di final Piala Super Spanyol. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Alonso memilih mundur karena merasa tidak mendapatkan dukungan penuh dari manajemen klub. Ia juga disebut-sebut menghadapi situasi sulit dengan adanya pemain-pemain yang memiliki ego tinggi dan kerap membangkang.
Alih-alih memberikan dukungan penuh kepada pelatih, Florentino Perez selaku presiden klub dikabarkan lebih condong memihak para pemain. Sikap Perez ini rupanya memicu ketidakpuasan di kalangan sebagian penggemar Real Madrid.
Spanduk Protes di Jalanan Madrid
Menukil laporan dari Mundo Deportivo, para penggemar yang kecewa lantas membentangkan spanduk-spanduk putih bertuliskan protes terhadap Florentino Perez. Spanduk-spanduk tersebut tersebar di beberapa titik strategis di kota Madrid.
Salah satu unggahan di media sosial X (sebelumnya Twitter) dari akun @_Futbolero_ pada 16 Januari 2026, menampilkan foto spanduk tersebut dengan keterangan, “Han llenado Madrid de pancartas en contra de Florentino Pérez. Qué semanita llevamos, señoras y señores. 🤣 [📸 @partidazocope ] pic.twitter.com/heXklfwjLx”.
Isi tulisan pada spanduk protes tersebut cukup tajam. Beberapa di antaranya bertuliskan ‘Florentino: Game Over’, ‘Super League, lahan parkir, stadion… kegagalan demi kegagalan, presiden yang sudah habis’, hingga ‘Tinggalkan Los Galacticos, Anda siap untuk eutanasia’.
Dari pesan-pesan tersebut, terlihat bahwa kekecewaan penggemar tidak hanya tertuju pada penanganan masalah klub saat ini, tetapi juga pada langkah-langkah kontroversial Perez di masa lalu, termasuk gagasan kontroversial mengenai Super League yang mendapat penolakan keras dari UEFA.






