PSSI mengonfirmasi bahwa pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, memilih tantangan di Asia Tenggara meskipun mendapatkan tawaran dari negara-negara di zona CONCACAF. Keputusan ini disebut sebagai pilihan personal yang menunjukkan ambisi lebih dari sekadar kesuksesan di lapangan.
Herdman Memilih Indonesia Atas Pilihan Personal
John Herdman secara resmi diumumkan sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Sabtu, 3 Januari 2026. Penunjukan ini mengakhiri penantian panjang publik sepak bola nasional yang telah dua bulan tanpa pelatih kepala.
Pelatih asal Inggris berusia 50 tahun ini memiliki rekam jejak impresif, termasuk keberhasilannya membawa tim nasional putra dan putri Kanada lolos ke Piala Dunia. Kesuksesan tersebut membuatnya diminati oleh beberapa negara lain, termasuk dari konfederasi CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia).
“Penunjukan Herdman ke Indonesia merupakan sebuah keputusan yang sangat personal. PSSI memahami, di tengah banyaknya tawaran dari negara-negara lain, termasuk dari zona CONCACAF, Herdman memilih tantangan di Asia Tenggara,” tulis PSSI dalam pernyataannya.
Mencari Dampak Sosial dan Budaya
PSSI menilai pilihan Herdman untuk melatih Timnas Indonesia bukan hanya mencari kesuksesan di atas lapangan. Ia disebut mencari proyek yang memiliki dampak sosial dan budaya yang mendalam.
“Dia melihat Garuda sebagai kanvas untuk menciptakan warisan, sama seperti yang ia lakukan di Kanada,” lanjut pernyataan PSSI.
Nama John Herdman terpilih dari empat kandidat awal yang sempat masuk daftar bursa pelatih Timnas Indonesia. Ia menjadi salah satu dari dua kandidat tersisa, bersaing dengan Giovanni van Bronckhorst.
Berbeda dengan Van Bronckhorst yang saat itu menjabat sebagai asisten pelatih Arne Slot di Liverpool, Herdman berstatus tanpa tim ketika masuk dalam bursa pencalonan.
Ajakan Dukungan untuk Perjalanan Transformatif
PSSI mengajak seluruh masyarakat Indonesia, termasuk para suporter setia Skuad Garuda, untuk menyambut John Herdman dan keluarganya.
“Mari kita dukung perjalanan transformatif ini, yang bukan hanya tentang sepak bola, tetapi tentang kisah inspiratif seorang pria yang memilih untuk mendedikasikan hidupnya untuk mewujudkan mimpi besar bangsa Indonesia,” tutup pernyataan PSSI.






