Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, tak luput dari sorotan publik terkait rekam jejaknya. Pria berusia 50 tahun itu pernah dikaitkan dengan dugaan penggunaan drone untuk memata-matai lawan saat menukangi Timnas Kanada.
Penunjukan dan Rekam Jejak Mentereng
Penunjukan Herdman sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia diumumkan oleh PSSI pada Sabtu, 3 Januari 2026. Federasi sepak bola Indonesia mengontraknya selama dua tahun, didasari oleh CV mentereng yang dimiliki Herdman. Ia tercatat sebagai satu-satunya pelatih yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri lolos ke Piala Dunia. Bersama Kanada, tim putri dibawanya lolos ke Piala Dunia Wanita 2015, sementara tim putra mengukir sejarah dengan lolos ke Piala Dunia 2022, yang merupakan kali pertama bagi Kanada sejak 1986.
Bayang-bayang Kontroversi Drone
Namun, perjalanan Herdman di Kanada tidak lepas dari kontroversi. Ia disebut ‘terobsesi’ dengan penggunaan drone untuk memata-matai lawan. Melansir Radio-Canada, Herdman menjadi pelatih Kanada pertama yang menggunakan teknologi drone untuk tujuan pengintaian. Aksi ini dilaporkan berjalan sistematis dan bahkan berlanjut ke pelatih setelahnya.
Pada Mei 2025, Herdman menerima teguran tertulis setelah sebuah komite independen menemukan adanya pelanggaran terhadap Kode Disiplin Federasi Sepakbola Kanada (CSA). Nama Herdman bahkan sempat disebut dalam laporan mengenai skandal pengintaian drone terkait Olimpiade Paris 2024.
“Potensi pelanggaran Kode Etik dan Perilaku Canada Soccer oleh mantan pelatih kepala tim nasional putra telah diidentifikasi,” demikian pernyataan CSA dalam rilisnya pada November 2025.
Skandal mata-mata drone ini juga berujung pada pemecatan pelatih tim putri Kanada, Bev Priestman, dan dua asistennya oleh CSA. Mereka dianggap bersalah memata-matai tim Selandia Baru di Olimpiade Paris 2024 dan dijatuhi skorsing satu tahun dari FIFA. Berbeda dengan mereka, CSA hanya memberikan teguran kepada Herdman.
Bantahan Herdman
Menanggapi tudingan tersebut, John Herdman sebelumnya membantah keras penggunaan drone saat masih menangani Timnas Kanada. “Saya yakin betul selama saya menjadi pelatih kepala di pertandingan Olimpiade atau Piala Dunia, kami tak pernah terlibat dengan aktivitas tersebut,” tegas Herdman, dikutip dari Radio-Canada.






