Jakarta – Pemain berusia 23 tahun, Fajar Fathurrahman, resmi bergabung dengan Persija Jakarta setelah hengkang dari Borneo FC Samarinda. Kepindahan ini diakui Fajar didorong oleh ambisinya untuk mendapatkan panggilan memperkuat tim nasional senior Indonesia.
Ambisi Timnas Senior
Selama ini, Fajar Fathurrahman baru merasakan atmosfer tim nasional di level kelompok usia, mulai dari U-16 hingga U-23. Pengalaman terakhirnya bersama skuad Garuda Muda adalah di Piala Asia U-23 2024, di mana ia menjadi bagian dari tim yang berhasil menorehkan sejarah dengan menembus semifinal dan nyaris lolos ke Olimpiade 2024.
Namun, setelah hampir dua tahun berlalu, Fajar belum juga mendapat kesempatan untuk naik kelas ke timnas senior. Ia berharap, kepindahannya ke Persija, salah satu klub papan atas Liga 1, dapat membuka pintu kesempatan tersebut.
“Ya itu pasti, karena Persija juga tim yang sangat konsisten di papan atas. Dan ya motivasi untuk bisa berada di Timnas salah satunya, dan juga bisa, Insyaallah bisa menjadi juara,” ujar Fajar, dikutip dari laman resmi Persija.
Persaingan Ketat di Posisi Bek Kanan
Fajar menyadari bahwa impiannya untuk membela timnas senior bukanlah hal yang mudah. Di Persija, ia harus menghadapi persaingan ketat untuk memperebutkan posisi utama di sektor bek kanan. Ia akan bersaing dengan Bruno Tubarao dan Rio Fahmi.
Posisi bek kanan Persija saat ini didominasi oleh Bruno Tubarao yang menjadi pilihan utama pelatih, bahkan menggeser Rio Fahmi yang sebelumnya kerap menjadi starter reguler.
“Saya cukup tahu belakangan ini ada nama Bruno Tubarao dan juga teman saya Rio Fahmi. Yang terpenting siapa yang dipercaya sama pelatih, bisa melakukan yang terbaik untuk tim, dan saya cukup senang bisa bersaing bersama mereka,” tutur Fajar.
Ia menambahkan, “Ya saya sangat tahu persaingan di tim sangat ketat. Yang terpenting dalam diri saya sendiri, kepercayaan diri saya untuk membantu saya lebih baik lagi.”






