PSIM Yogyakarta berhasil meraih tiga poin krusial setelah mengalahkan Semen Padang dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan BRI Super League. Pertandingan yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, pada Minggu (4/1/2026) ini diwarnai berbagai momen menegangkan.
Babak Pertama yang Ketat dan Gangguan Teknis
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim menunjukkan intensitas tinggi. PSIM Yogyakarta, yang berjuluk Laskar Mataram, mencoba menekan pertahanan Semen Padang. Tercatat, PSIM melepaskan tiga tembakan yang mengarah ke gawang, sementara Semen Padang memberikan dua ancaman serupa. Namun, skor kacamata bertahan hingga turun minum. Jalannya pertandingan di babak pertama sempat terhenti akibat matinya sistem video assistant referee (VAR). Setelah berdiskusi dengan kapten dan manajer kedua tim, pertandingan akhirnya dilanjutkan.
Peluang Emas dan Kontroversi Penalti
Memasuki babak kedua, PSIM Yogyakarta langsung mendapatkan peluang emas pada menit ke-46. Tusukan dari Ze Valente berhasil digagalkan oleh pemain belakang Semen Padang. Tak lama berselang, upaya dari Ezequiel Vidal masih belum menemui sasaran.
Semen Padang membalas pada menit ke-51 melalui Cornelius Stewart, namun tembakannya berhasil ditepis oleh kiper PSIM, Cahya Supriadi. Puncak drama terjadi pada menit ke-58 ketika wasit Ko Hyung Jin menunjuk titik putih setelah Franco Ramos Mingo dari Semen Padang menarik pemain PSIM, Pedro Matos, di dalam kotak terlarang. Keputusan ini memicu protes keras dari tim Semen Padang, bahkan pelatih mereka, Dejan Antonic, dihadiahi kartu kuning.
Ze Valente Jadi Pahlawan PSIM
Ze Valente maju sebagai algojo tendangan penalti. Meskipun tendangannya mampu ditebak oleh kiper Semen Padang, Arthur, bola tetap bergulir masuk ke gawang, membawa PSIM unggul 1-0.
PSIM terus mendominasi pertandingan. Ze Valente kembali mendapatkan peluang pada menit ke-76, namun tembakannya masih lemah dan dapat diamankan kiper Semen Padang. Hingga peluit akhir dibunyikan, tidak ada gol tambahan tercipta.
Klasemen Sementara
Kemenangan ini membawa PSIM Yogyakarta naik ke posisi keenam klasemen sementara BRI Super League dengan raihan 25 poin. Sementara itu, Semen Padang masih tertahan di zona merah, menempati peringkat ke-16 dengan total 10 poin.






