Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) mendesak adanya evaluasi mendalam terhadap kinerja wasit menyusul kontroversi ‘gol haram’ yang dicetak oleh klub Championship, Garudayaksa FC. Gol tersebut dinilai lahir dari proses yang tidak sesuai dengan prinsip fair play.
Kontroversi Gol Penyeimbang
Insiden ini terjadi dalam laga Championship antara Garudayaksa FC melawan FC Bekasi City di Stadion Pakansari pada Sabtu (10/1/2026). Pertandingan berakhir imbang 1-1. Garudayaksa FC sempat unggul 1-0 melalui gol Renan Silva pada menit ke-30. Namun, FC Bekasi City berhasil menyamakan kedudukan tiga menit berselang melalui gol Obet Choiri.
Gol penyeimbang FC Bekasi City menjadi sorotan utama karena diduga tercipta dari pelanggaran aturan. Eksekutor tendangan sudut, Feby Eka Putra, disebut menempatkan bola di luar garis busur tendangan sudut. Meskipun pertandingan Championship telah dilengkapi dengan Video Assistant Referee (VAR), wasit tidak melakukan tinjauan ulang terhadap insiden tersebut.
Kekecewaan FC Bekasi City dan Permintaan PSSI
Pihak FC Bekasi City menyatakan kekecewaan mendalam atas disahkannya gol tersebut. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menanggapi keluhan tersebut dengan serius.
“Ini yang kami minta kepada teman-teman wasit untuk dievaluasi. Kami juga berharap Komite Wasit melakukan evaluasi,” ujar Arya kepada wartawan pada Minggu (11/1/2026).
Arya menekankan pentingnya VAR untuk menciptakan pertandingan yang lebih adil dan dapat dinikmati. “Karena VAR dihadirkan untuk membuat pertandingan lebih fair dan bisa dinikmati dengan baik. Jangan sampai ada hal-hal yang merugikan,” tambahnya.
Citra Sepak Bola Indonesia Kembali Disorot
Kontroversi ini kembali menempatkan sepak bola Indonesia dalam sorotan negatif. Sebelumnya, kompetisi Liga 4 juga diwarnai insiden permainan kasar, dan kini Liga 2 kembali mencoreng citra sepak bola nasional.
“Kami minta Komite Wasit melakukan evaluasi dan pasti akan ada laporannya ke kami,” tegas Arya.






