Liga Indonesia

Bernardo Tavares Ungkap Akar Masalah Persebaya Setelah Dua Kekalahan Beruntun

Advertisement

Tren positif Persebaya Surabaya di bawah asuhan pelatih Bernardo Tavares harus terhenti. Setelah meraih beberapa kemenangan beruntun, tim berjuluk Bajul Ijo ini justru menelan dua kekalahan beruntun. Pelatih asal Portugal itu pun mengidentifikasi kelemahan krusial yang perlu segera dibenahi.

Dua Kekalahan Beruntun Memutus Tren Positif

Persebaya tercatat kalah dalam dua pertandingan terakhirnya. Pada 14 Februari 2026, Bajul Ijo takluk 1-2 di kandang sendiri dari Bhayangkara Presisi Lampung. Tiga hari berselang, tepatnya 21 Februari 2026, Persebaya kembali menelan kekalahan 1-3 saat bertandang ke markas Persijap Jepara.

Dua hasil minor ini memutus rentetan performa apik Persebaya di bawah Tavares. Sebelumnya, Tavares berhasil mengantar Persebaya meraih tiga kemenangan beruntun, diikuti hasil imbang melawan Dewa United, dan kemenangan atas Bali United. Kekalahan dari Bhayangkara dan Persijap membuat Persebaya tertahan di peringkat kelima klasemen sementara dengan raihan 35 poin.

Posisi ini membuat Persebaya gagal memangkas jarak dengan Malut United yang berada di peringkat keempat dengan 41 poin.

Set-Piece dan Transisi Jadi Sorotan Tavares

Bernardo Tavares menyoroti kebobolan timnya dari situasi bola mati dan transisi sebagai akar masalah dalam dua kekalahan terakhir.

“Jika dihitung, dalam dua pertandingan terakhir kami kebobolan empat gol dari situasi set-piece. Itu menjadi fokus utama yang harus kami perbaiki. Padahal kami sudah melatih dan menganalisis situasi tersebut,” kata Tavares, dikutip dari laman resmi Persebaya.

Advertisement

Ia menambahkan, timnya kecolongan gol karena lawan berhasil memanfaatkan peluang yang diberikan.

“(Persijap) berhasil memanfaatkan peluang yang kami berikan. Itu tidak normal bagi kami, terutama kebobolan dari situasi transisi setelah kami kehilangan bola. Kami juga kebobolan dari situasi bola mati dan tendangan bebas,” ujarnya.

Tantangan Baru untuk Tavares

Pelatih asal Portugal ini dihadapkan pada tugas berat untuk kembali membangun tim yang solid. Mengingat Persebaya sebagai klub besar selalu dituntut untuk bersaing di papan atas klasemen.

Tavares sendiri datang di tengah kompetisi dan ditugasi untuk meningkatkan performa tim yang dinilai inkonsisten di era pelatih sebelumnya, Eduardo Perez.

“Sekarang waktunya melihat ke depan, bersiap untuk laga berikutnya, dan kembali mencoba meraih kemenangan,” ucap Tavares, menunjukkan optimisme untuk bangkit di pertandingan selanjutnya.

Advertisement