Persib Bandung menghadapi ujian berat di leg kedua babak 16 besar AFC Champions League 2 melawan Ratchaburi FC. Setelah menelan kekalahan telak 0-3 pada leg pertama di Thailand, skuad Maung Bandung dituntut untuk bangkit di kandang sendiri, Stadion Gelora Bandung Lautan Api, pada Rabu (18/2/2026).
Peluang Comeback Tipis, Optimisme Tetap Tinggi
Kekalahan telak di leg pertama membuat Persib harus bekerja ekstra keras. Untuk bisa memaksakan perpanjangan waktu, Persib setidaknya harus menang 3-0. Sementara itu, untuk lolos secara otomatis, Persib wajib meraih kemenangan dengan selisih empat gol tanpa balas.
Meskipun menghadapi tugas yang tidak ringan, pemain Persib, Frans Putros, menyatakan keyakinannya bahwa timnya masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan. “Tentu saja tidak mudah melihat hasil yang kami dapatkan di Ratchaburi. Namun, tidak ada yang mustahil,” ujar Putros, mengutip dari laman resmi Persib.
Ia menambahkan, “Jadi, tidak ada yang tidak mungkin. Saya pikir, seluruh tim, staf, semua orang di sini masih percaya kami bisa melewatinya.”
Sejarah Babak 16 Besar Menjadi Momok Persib
Perjalanan Persib di pentas Asia tampaknya masih memiliki catatan kelam di babak 16 besar. Sejauh ini, pencapaian tertinggi Persib di kompetisi antarklub Asia adalah lolos dari fase grup. Dalam tiga kesempatan sebelumnya (1995, 2015, dan 2024/2025), Persib kerap terhenti di babak penyisihan grup.
Satu-satunya momen Persib berhasil melaju lebih jauh adalah pada Piala AFC 2015, di mana mereka berhasil lolos dari grup. Namun, langkah Persib terhenti di babak 16 besar oleh klub asal Hong Kong, Kitchee.
Kini, Persib bertekad untuk mengukir sejarah baru dengan menembus perempat final ACL 2 untuk pertama kalinya. Namun, realitas pahit kekalahan di leg pertama memaksa mereka untuk berjuang mati-matian di leg kedua demi mewujudkan ambisi tersebut.





