Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Tanah Air. Persija Jakarta berduka atas berpulangnya salah satu gelandang legendarisnya, Wahyu Hidayat, pada Selasa (10/2/2026). Kepergian Wahyu Hidayat, yang pernah membela Macan Kemayoran di era Perserikatan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar klub.
Melalui akun media sosial resminya, Persija Jakarta menyampaikan rasa belasungkawa terdalam. Klub kebanggaan ibu kota itu mengajak seluruh pendukungnya untuk mendoakan almarhum.
“Keluarga besar Persija mengucapkan bela sungkawa terdalam atas berpulangnya Wahyu Hidayat, salah satu gelandang legendaris Macan Kemayoran di era perserikatan,” tulis pernyataan resmi Persija di Instagram. “Mari sejenak kita panjatkan doa terbaik untuk almarhum dan semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan,” lanjut pernyataan tersebut.
Pahlawan Juara Perserikatan 1978/1979
Wahyu Hidayat tercatat sebagai salah satu pahlawan Persija Jakarta saat meraih gelar juara Perserikatan musim 1978/1979. Ia menjadi bagian penting dalam tim yang berhasil mengalahkan PSMS Medan di laga final yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, pada 20 Januari 1979.
Meskipun performa tim di musim tersebut tidak selalu mulus, semangat juang para pemain Persija terlecut di laga puncak. Wahyu Hidayat mengenang atmosfer pertandingan final tersebut dengan penuh haru.
“Saat itu semangat para pemain berlipat ganda. Saat menginjak rumput GBK dan melihat banyaknya penonton, kami menekankan diri harus menang. Saya ingat betul momen itu,” tutur Wahyu Hidayat. Ia menambahkan, “Saat sudah memakai jersey Persija, semangat pemain bertambah. Kami tidak mau kalah. Apalagi saat itu banyak pemain yang asli dari Jakarta ataupun binaan Persija.”
Dalam laga final tersebut, Persija Jakarta berhasil menang tipis 1-0 atas PSMS Medan berkat gol tunggal dari Andi Lala. Kemenangan itu mengantarkan Persija meraih trofi juara Perserikatan yang kesembilan.
Wahyu Hidayat sendiri mengenakan jersey bernomor punggung 14 selama membela Persija Jakarta.





