JAKARTA – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) telah melayangkan keberatan resmi kepada Olympic Council of Asia (OCA) terkait keputusan tidak memasukkan Indonesia dalam cabang olahraga sepakbola Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Keputusan ini diambil OCA bersama Federasi Sepakbola Asia (AFC) dengan menerapkan aturan baru yang hanya memperbolehkan negara-negara yang lolos kualifikasi Piala Asia U-23 2026 untuk berpartisipasi.
Indonesia Gagal Lolos Kualifikasi
Sayangnya, Tim Nasional Sepakbola Indonesia tidak berhasil lolos dari kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Hal ini secara otomatis menggugurkan kesempatan Indonesia untuk tampil di multievent terbesar se-Asia tersebut, yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Padahal, Indonesia memiliki rekam jejak yang konsisten sebagai peserta dalam cabang olahraga sepakbola di ajang Asian Games.
Upaya Lobi NOC Indonesia
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan komunikasi intensif dengan OCA. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) terkait upaya lobi ini. “Kami terus melakukan komunikasi, kami terima kasih kepada Menpora kemarin dukungannya, sehingga komunikasi yang kami lakukan kepada pihak OCA secara langsung melalui presidennya. Mudah-mudahan akan memiliki dampak terhadap kebijakan yang akan nanti diambil,” ujar Okto saat ditemui di Kantor Kemenpora, Jumat (20/2/2026).
Okto, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Asian Para Games 2018, menekankan bahwa sebagai tuan rumah, OCA seharusnya tidak menetapkan aturan tanpa mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya bagi negara-negara peserta. “Yang pasti, tuan rumah itu tidak boleh semena-mena. Jadi, banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dilihat dan kami akan terus menyuarakan bukan hanya kepada PSSI, bukan hanya dengan PSSI, tetapi juga dengan federasi sepak bola lainnya yang ada di Asia,” tegasnya.
Keberatan Terkait Sistem Grading
Selain berkomunikasi dengan Presiden OCA, Sheikh Joaan bin Hamad bin Khalifa Al Thani, Okto juga telah menjalin komunikasi langsung dengan Ketua Asosiasi Sepakbola Qatar, Jassim Rashid Al Buenain, pada dua hari sebelumnya. Pembicaraan tersebut difokuskan pada keberatan Indonesia terhadap sistem grading tanpa kualifikasi yang diterapkan, yang dinilai merugikan banyak negara.
“Saya sudah komunikasi langsung dan dia juga merasa ini sesuatu yang harus diupayakan. Kan hanya 16 kan yang ikutkan. Berarti kan sisanya tidak ikut dari 45 negara. Nah, yang sisanya itu kan merasa dirugikan. Padahal, fanbase-nya kalau untuk ASEAN Games pasti banyak dari sepakbola. Nah, ini suaranya sama dengan negara-negara lain,” jelas Okto.
Menunggu Jawaban Resmi
Hingga kini, NOC Indonesia masih menantikan jawaban resmi dari OCA terkait keberatan yang telah disampaikan. Okto menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin menerima informasi secara informal. “Ya, Kami masih menunggu yang ofisial. Kami tidak mau secara informal. Insya Allah nanti dalam waktu dekat,” pungkas pria berusia 49 tahun itu.





