Liga Spanyol

Jorge Valdano: Real Madrid Lebih Nyaman dan Kompak di Bawah Arbeloa Dibanding Alonso

Advertisement

Mantan pemain, pelatih, dan bos Real Madrid, Jorge Valdano, memberikan pandangannya mengenai perubahan signifikan di skuad Los Blancos sejak penunjukan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih menggantikan Xabi Alonso. Valdano menilai bahwa para pemain Madrid kini merasa lebih nyaman dan menunjukkan kekompakan yang lebih baik di bawah arahan Arbeloa.

Perubahan Pasca-Alonso

Alvaro Arbeloa mengambil alih kemudi kepelatihan Real Madrid pada awal Januari 2026, menyusul pemecatan Xabi Alonso yang diwarnai berbagai masalah internal di ruang ganti. Perseteruan antara Alonso dengan beberapa pemain kunci seperti Vinicius Junior dan Federico Valverde disebut-sebut menjadi salah satu pemicu utama.

Sejak Arbeloa memimpin, Madrid menunjukkan grafik performa yang membaik. Setelah tersingkir dari Copa del Rey, tim berhasil meraih tiga kemenangan beruntun. Kemenangan tersebut diraih melawan AS Monaco dengan skor telak 6-1 di Liga Champions, diikuti oleh dua kemenangan di La Liga masing-masing 2-0 atas Levante dan Villarreal.

Posisi Madrid di Klasemen

Hasil positif tersebut membuat Real Madrid terus menempel ketat sang juara bertahan, Barcelona, di papan klasemen La Liga, hanya terpaut satu poin. Di kancah Eropa, Madrid berpeluang besar lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Saat ini, mereka menempati posisi ketiga dan hanya perlu bertandang ke markas Benfica pada laga penyisihan terakhir grup.

Analisis Valdano

Valdano memuji kinerja Arbeloa dalam membangun kembali kepercayaan diri para pemain. Ia membandingkan kondisi tim di era Alonso dan Arbeloa.

“Apa yang terjadi? Saya rasa Arbeloa sedang melakukan pekerjaan yang bagus dalam membangun kepercayaan diri para pemainnya,” ujar Valdano kepada Deporte Plus. “Motivasi yang mereka perlihatkan melawan Villarreal sangat besar sekali.”

Advertisement

Valdano menyoroti perbedaan fundamental dalam cara tim bermain.

“Mereka sepenuhnya terhubung di sepanjang pertandingan, dari menit 1 sampai 90. Sesuatu yang tidak terjadi ketika Xabi Alonso masih di sana. Dengan Xabi, mereka akan meninggalkan ruang ganti dengan banyak hal yang sudah dipelajari.”

Ia melanjutkan, “Selama 20 atau 25 menit para pemain bermain sesuai arahan pelatih, kemudian tim akan mulai berantakan, teralihkan perhatiannya, rusak… dan akhirnya memainkan pertandingan yang buruk.”

Kenyamanan dan Komitmen Pemain

Valdano menyimpulkan bahwa komitmen dan kenyamanan pemain menjadi faktor kunci perbedaan performa kedua pelatih.

“Apakah Real Madrid bermain dengan komitmen yang lebih besar dengan Arbeloa? Para pemain sekarang lebih nyaman. Saya enggak tahu apa yang terjadi dengan Xabi Alonso, tapi sesuatu hal jelas sudah terjadi. Saya kira Arbeloa tahu apa yang sudah terjadi dan sedang memperbaikinya,” pungkasnya.

Advertisement