Malut United mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap kepemimpinan wasit dalam pertandingan melawan Persib Bandung. Tim berjuluk Laskar Kie Raha tersebut secara khusus menyoroti kinerja Video Assistant Referee (VAR) dan frekuensi wasit asal Jepang yang memimpin laga Persib.
Dalam pertandingan pekan ke-20 Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Jumat (6/2/2026), Malut United harus mengakui keunggulan Persib dengan skor 0-2. Gol-gol kemenangan Persib dicetak oleh Thom Haye melalui tendangan penalti di babak pertama dan Saddil Ramdani di babak kedua. Keputusan penalti untuk Persib inilah yang dinilai kontroversial oleh kubu Malut United.
Kontroversi Penalti dan Peran Wasit Jepang
Malut United menilai wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, terlalu ‘cermat’ dalam meninjau tayangan VAR untuk memberikan hadiah penalti kepada tim tuan rumah. COO Malut United, Willem D. Nanlohy, dalam pernyataan tertulisnya menyatakan, “Kami mempertanyakan cara kerja wasit VAR dan wasit tengah dalam berkoordinasi melihat kejadian dan memutuskan sebuah kejadian.”
Willem menambahkan, “Dampak dari keputusan yang tidak akurat merusak permainan. Kami mempertanyakan kenapa wasit Yudai Yamamoto, yang sudah 3 kali memimpin laga Persib musim ini, tidak mau melihat rekaman kejadian saat pelanggaran terhadap David Da Silva dan Tyronne del Pino.”
Klub juga membagikan video kepada forum wartawan yang menunjukkan dua insiden yang menurut mereka seharusnya berbuah penalti. Insiden tersebut melibatkan pelanggaran terhadap David da Silva yang disikut oleh Frans Putros, serta Tyronne del Pino yang didorong oleh Julio Cesar. Namun, wasit Yudai Yamamoto tidak mengambil tindakan, bahkan tidak mempertimbangkan untuk melakukan pengecekan VAR.
“Kami berharap kehadiran wasit asing dan penggunaan VAR tidak dipakai untuk menguntungkan suatu pihak demi skenario mereka,” tegas Willem.






