Barcelona – Klub raksasa Spanyol, FC Barcelona, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari proyek European Super League pada Sabtu (7/2/2026). Keputusan ini membuat Real Madrid menjadi satu-satunya klub penggagas yang tersisa dalam kompetisi yang menuai kontroversi tersebut.
Sejarah Singkat Super League
European Super League pertama kali diumumkan pada April 2021 sebagai sebuah kompetisi tandingan Liga Champions yang dikelola oleh UEFA. Sebanyak dua belas klub elite Eropa, termasuk nama-nama besar seperti Real Madrid, Juventus, Manchester United, Chelsea, dan Barcelona, menjadi anggota pendiri. Tujuan utama dibentuknya liga ini adalah untuk memberikan kendali pendapatan yang lebih besar kepada klub-klub besar dan menawarkan alternatif permanen dari kompetisi antarklub Eropa yang sudah ada.
Reaksi Negatif dan Mundurnya Klub Pendiri
Peluncuran Super League segera memicu reaksi publik yang luas, mayoritas bernada negatif. Banyak pihak menilai kompetisi ini akan mengancam keseimbangan dan integritas sepak bola Eropa yang telah terbangun selama puluhan tahun. Akibat gelombang penolakan tersebut, sembilan dari dua belas klub pendiri memutuskan untuk mundur hanya dalam waktu kurang dari 48 jam setelah pengumuman resmi. Situasi ini menyisakan Real Madrid, Barcelona, dan Juventus sebagai anggota yang masih bertahan.
Selanjutnya, Juventus juga dilaporkan menarik diri dari proyek tersebut, menyisakan Barcelona dan Real Madrid. Namun, kini Barcelona telah mengambil langkah tegas untuk mengakhiri keterlibatannya.
Keputusan Barcelona dan Pernyataan Resmi
Presiden Barcelona, Joan Laporta, menyatakan bahwa klub telah memiliki rencana lain untuk meningkatkan pendapatan dan meraih prestasi di masa depan. Menurutnya, Super League tidak lagi menjadi opsi yang menguntungkan bagi Barcelona. Pernyataan resmi dari klub menegaskan keputusan tersebut:
“FC Barcelona dengan ini mengumumkan bahwa pada hari ini klub telah secara resmi memberitahukan kepada Perusahaan European Super League serta klub-klub yang terlibat mengenai pengunduran diri FC Barcelona dari proyek European Super League.”
Masa Depan Super League
Dengan mundurnya Barcelona, Real Madrid kini benar-benar berdiri sendiri sebagai satu-satunya anggota pendiri yang tersisa. Pertanyaan besar pun muncul: apakah Super League masih memiliki peluang untuk berjalan tanpa dukungan mayoritas klub besar Eropa? Perkembangan selanjutnya dari proyek kontroversial ini masih patut untuk dinantikan.






