Liga Indonesia

PSM Makassar Buka Suara Soal Dugaan Penganiayaan oleh Pemainnya, Ricky Pratama

Advertisement

MAKASSAR – PSM Makassar akhirnya angkat bicara mengenai kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan salah satu pemainnya, Ricky Pratama. Klub berjuluk Juku Eja ini menyatakan akan menjunjung tinggi asas kepastian hukum dalam menyikapi persoalan tersebut.

Dugaan penganiayaan ini mencuat setelah seorang wanita berinisial AD (25 tahun) melaporkan Ricky Pratama ke pihak berwajib. Peristiwa yang dilaporkan terjadi di sebuah kos di Jalan Anuang, Kecamatan Mamajang, Makassar, pada Jumat (6/2/2026).

Menyikapi laporan tersebut, manajemen PSM Makassar telah memanggil Ricky Pratama untuk dimintai keterangan. Klub berupaya untuk menghormati dan mengikuti setiap proses hukum yang sedang berjalan.

“Merespon informasi yang beredar terkait laporan dugaan penganiayaan oleh sdr. Ricky Pratama, pihak klub telah memanggil pemain untuk memberikan penjelasan terkait permasalahan yang terjadi,” ujar manajemen PSM dalam sebuah pernyataan tertulis, Rabu (18/2/2026).

Manajemen PSM menekankan bahwa kasus ini merupakan ranah pribadi pemain. “Pada prinsipnya, harus kita pahami bahwa ini adalah ranah pribadi dari pemain dan klub memberikan waktu kepada pemain untuk mengikuti proses hukum yang ada,” lanjut pernyataan tersebut.

Advertisement

Untuk mencegah simpang siur informasi, PSM menegaskan komitmennya. “Untuk menghindari isu-isu liar yg beredar, klub akan berpegang pada asas kepastian hukum dengan memantau perkembangan status hukum dari pemain yang bersangkutan.”

Kasus ini mulai menjadi sorotan publik setelah curahan hati seorang wanita yang diduga korban beredar luas di media sosial. Dalam unggahannya, wanita tersebut memberikan petunjuk bahwa pesepakbola yang menganiayanya pernah membela Timnas Indonesia dan timnya saat itu sedang menjalani laga tandang ke Yogyakarta.

Ricky Pratama sendiri dikenal sebagai pemain jebolan akademi PSM Makassar. Prestasinya di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18 2021 cukup mentereng, di mana ia berhasil menjadi pencetak gol terbanyak dengan 27 gol. Ia juga pernah menjadi bagian dari lini depan Timnas Indonesia U-20 di berbagai era kepelatihan, termasuk di bawah Shin Tae-yong, Indra Sjafri, hingga Gerald Vanenburg.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PSM Makassar belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus yang menimpa Ricky Pratama.

Advertisement