Aksi tidak sportif mewarnai laga Liga 4 Babak 32 Besar Zona Jawa Timur. Seorang pemain dari klub PS Putra Jaya Pasuruan kedapatan melakukan tendangan brutal ke dada lawan saat pertandingan melawan Perseta Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, pada Senin (5/1/2026). Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Umar Husin, mendesak panitia lokal untuk segera menjatuhkan sanksi tegas demi mencegah terulangnya insiden serupa.
Insiden Tendangan Brutal di Lapangan Hijau
Kejadian bermula saat Muhammad Hilmi Gimnastiar dari PS Putra Jaya Pasuruan berusaha merebut bola dari pemain Perseta Tulungagung, Firman Nugraha. Dalam proses perebutan bola tersebut, Hilmi secara sengaja melayangkan tendangan ke dada Firman. Akibat tendangan brutal itu, Firman langsung tersungkur di lapangan. Wasit yang memimpin pertandingan segera memberikan kartu merah kepada Hilmi atas tindakannya yang tidak sportif.
Aksi kasar tersebut sontak memicu protes keras dari para pemain Perseta Tulungagung yang menyaksikan insiden tersebut.
PSSI Desak Sanksi Tegas dan Efek Jera
Menanggapi insiden tersebut, Ketua Komdis PSSI, Umar Husin, menyatakan sikap tegas lembaganya. Ia menekankan pentingnya penegakan sanksi yang tegas untuk mencegah tindakan brutal di dunia sepak bola.
"Untuk mencegah berulangnya tindakan-tindakan brutal, memang harus diteguhkan secara tegas. Pada prinsipnya kami itu ingin mengembangkan dunia sepak bola, membantu federasi mengembangkan sebuah kondisi yang kondusif untuk perkembangan sepakbola," kata Umar Husin dalam keterangan yang dibagikan PSSI.
Umar Husin menambahkan bahwa pihak-pihak yang mengancam atmosfer sehat dalam kompetisi harus ditertibkan melalui teguran, denda, dan sanksi demi tegaknya fair play dan rule of the game.
"Nah, pihak-pihak yang mengancam atmosfer yang sehat ini, yang ini yang mesti ditertibkan begitu kan. Yang mesti kami berikan teguran, denda, sanksi, dan lain sebagainya demi tegaknya fair play dan rule of the game dari olahraga khususnya sepakbola," ujarnya menambahkan.
Advertisement
Sebelum keputusan final diambil di tingkat nasional, Komdis PSSI meminta Panitia Disiplin PSSI Jatim untuk segera memproses dan menjatuhkan sanksi kepada pemain yang bersangkutan. Umar Husin menegaskan bahwa sanksi tegas harus dijatuhkan, bahkan Komdis PSSI tidak akan ragu merekomendasikan hukuman terberat jika diperlukan.
Menurutnya, aksi kasar di sepak bola nasional harus menjadi contoh yang memberikan efek jera bagi seluruh pemain.
"Kami mengimbau kepada teman-teman yang menjadi Panitia Disiplin atau berperan sebagai Komite Disiplin di semua tingkatan liga untuk tidak ragu-ragu menghukum pihak-pihak yang melakukan pelanggaran-pelanggaran yang keras, brutal, sehingga tidak mengganggu jalannya kompetisi," tutur Umar Husin.
Ia berharap Komite Disiplin di tingkat daerah maupun Panitia Disiplin dapat bertindak tegas tanpa ragu demi melindungi olahraga, khususnya sepak bola dan para atlet.
"Jadi itu penegasannya, agar Komdis di tingkat daerah ataupun Pandis (Panitia Disiplin) itu bisa bertindak tegas tanpa ragu-ragu begitu. Demi melindungi olahraga, khususnya sepak bola dan atlet. Terkait kejadian tersebut kami rasa harus dihukum seberat-beratnya, seperti larangan beraktivitas sepakbola seumur hidup," ucapnya.






