Liga Indonesia

Rumput JIS Tak Ideal, Persija Jakarta Harus Beradaptasi Hadapi PSM Makassar

Advertisement

Jakarta – Kondisi rumput di Jakarta International Stadium (JIS) yang dinilai kurang prima menjadi perhatian serius bagi Persija Jakarta menjelang pertandingan kandang melawan PSM Makassar. Tim berjuluk Macan Kemayoran ini dipastikan harus melakukan adaptasi taktik dan permainan mengingat kondisi lapangan tersebut.

Adaptasi di Tengah Keterbatasan Lapangan

Laga krusial antara Persija melawan PSM dijadwalkan akan berlangsung pada Jumat (20/2/2026) malam WIB, dengan jadwal kick-off pukul 20.30 WIB. Keputusan Persija untuk menggunakan JIS sebagai markas sementara ini tidak terlepas dari tidak tersedianya Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. SUGBK saat ini tengah menjalani masa pemeliharaan intensif dalam rangka persiapan menyambut FIFA Series.

Akibatnya, Persija dipastikan tidak dapat memanfaatkan SUGBK untuk tiga pertandingan kandang Super League mendatang. Situasi ini memaksa tim pelatih untuk segera menyesuaikan strategi.

Target Tiga Poin Tetap Digaungkan

Pelatih Persija, Mauricio Souza, secara terbuka mengakui bahwa kondisi rumput JIS memang tidak dalam kondisi optimal. Meskipun demikian, juru taktik asal Brasil ini tetap optimis dan menargetkan raihan tiga poin penuh saat menghadapi PSM Makassar, yang dijuluki Juku Eja.

Advertisement

“Jadi, kita harus adaptasi sesuai kondisi kita. Lakukan yang terbaik di lapangan di mana pun kita bermain,” tegas Souza. Ia menambahkan, “Sekali lagi, kita punya satu tim yang penuh motivasi di laga ini. Bagaimanapun, kita berharap main baik dengan membawa tiga poin.”

Rekor Pertemuan yang Menantang

Secara statistik, Persija memiliki rekor pertemuan yang kurang menguntungkan dalam lima pertandingan terakhir melawan PSM. Tim ibu kota hanya mampu mencatatkan satu kemenangan, dua kali imbang, dan menelan dua kekalahan. Lebih memprihatinkan lagi, Persija tercatat selalu kalah dari PSM dalam dua pertemuan terakhir mereka.

Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi Persija untuk bangkit dan memperbaiki rekor buruk tersebut, sekaligus membuktikan kemampuan adaptasi mereka di tengah tantangan kondisi lapangan.

Advertisement