JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Datuk Seri Windsor Paul John, menjelaskan penerapan aturan baru dalam cabang sepak bola Asian Games 2026 yang berujung pada absennya Tim Nasional Indonesia. Aturan baru ini secara spesifik menyatakan bahwa hanya tim-tim yang berpartisipasi dalam Piala Asia U-23 2026 yang berhak tampil di Asian Games.
Perubahan Sistem Kualifikasi
Sebelumnya, partisipasi negara dalam cabang sepak bola Asian Games tidak melalui proses kualifikasi yang ketat, melainkan berdasarkan kesediaan negara untuk ikut serta. Namun, mulai edisi 2026, sistem berubah menjadi lebih eksklusif, hanya mengizinkan negara yang lolos ke Piala Asia U-23 untuk berkompetisi.
Perubahan ini menandai pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir Timnas Indonesia tidak akan berlaga di pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut. Sebelumnya, Indonesia selalu menjadi peserta sejak edisi 2014, dan melanjutkan partisipasinya pada 2018 dan 2022. Keputusan ini mengejutkan mengingat PSSI telah memiliki rencana untuk mengirimkan tim sepak bola ke ajang tersebut.
Penjelasan AFC Mengenai Keputusan
Datuk Seri Windsor Paul John menyatakan bahwa AFC memiliki tanggung jawab teknis atas penyelenggaraan kompetisi sepak bola di Asian Games. Sementara itu, cabang olahraga dan pelaksanaannya berada di bawah yurisdiksi negara tuan rumah, yang pada edisi 2026 adalah Jepang.
“AFC yang bertanggung jawab atas bagian teknis kompetisi sepak bola (Asian Games), sedangkan cabang olahraga dan penyelenggaraannya berada di bawah yurisdiksi negara tuan rumah (Jepang),” kata Windsor dikutip dari New Straits Times.
Ia menambahkan bahwa keinginan tuan rumah untuk menyelenggarakan kompetisi dengan 16 tim menjadi pertimbangan utama. AFC kemudian menggunakan pemeringkatan tim U-23 dari Piala Asia 2026 sebagai dasar penentuan peserta.
“Tuan rumah menginginkan kompetisi dengan 16 peserta dan AFC bertanggung jawab atas pengaturan teknis penyelenggaraan kompetisi. Kami memiliki pemeringkatan tim U-23 dari Piala Asia 2026 baru-baru ini dan mereka dapat menggunakannya,” ujar Windsor.
Fleksibilitas Aturan di Masa Depan
Windsor juga menekankan bahwa aturan yang diterapkan untuk Asian Games 2026 ini tidak bersifat permanen dan dapat berubah di edisi-edisi mendatang. Kebijakan mengenai kualifikasi dan jumlah peserta sangat bergantung pada keputusan negara tuan rumah selanjutnya.
Ada kemungkinan bahwa aturan lama, yang memungkinkan partisipasi tanpa kualifikasi, dapat kembali diterapkan di masa depan.
“Untuk edisi Asian Games kali ini, akan ada kompetisi 16 tim. Dan untuk Asian Games berikutnya, terserah kepada tuan rumah untuk memutuskan jumlah tim yang akan berkompetisi,” tutur Windsor menjelaskan.





