Liga Indonesia

Simon Tahamata Soroti Pemain Naturalisasi di Liga Indonesia, Ungkit Potensi Lokal

Advertisement

JAKARTA, 14 Februari 2026 – Fenomena banyaknya pemain keturunan yang memilih berkarier di Liga Indonesia, atau Super League, menjadi perhatian Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata. Sejumlah nama seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, Jordi Amat, Mauro Zijlstra, Shayne Pattynama, Dion Markx, Jens Raven, hingga Rafael Struick kini bermain di kompetisi domestik.

Spekulasi Kepindahan ke Liga Indonesia

Keputusan para pemain diaspora ini untuk bermain di Indonesia menimbulkan berbagai spekulasi. Salah satu anggapan yang beredar adalah keinginan mereka untuk mempermudah jalan agar bisa dipanggil memperkuat Timnas Indonesia, terutama untuk ajang seperti Piala AFF.

Pesan untuk Pelatih dan Pentingnya Teladan

Simon Tahamata menekankan pentingnya pemain yang tampil di Super League untuk menjadi teladan yang baik. Ia juga menegaskan bahwa Indonesia tidak kekurangan talenta muda berbakat.

“Naturalisasi campur dengan timnas di sini. Sekali lagi, Indonesia besar ada banyak bakat di sini. Sekarang saya mau memberi pesan kepada pelatih-pelatih yang mulai dengan anak-anak muda,” ujar Simon di GBK Arena, Jumat (13/2/2026).

Advertisement

Ia menambahkan, “Saya ajak mereka main bola, mereka mempengaruhi anak-anak 12, 13 (tahun). Jangan sampai mereka lihat contoh tidak bagus.”

Prioritas pada Talenta Lokal

Secara pribadi, Simon Tahamata mengungkapkan ketidak sukaannya jika Indonesia terlalu bergantung pada pemain naturalisasi. Ia lebih memilih untuk mengembangkan dan memoles bakat-bakat asli Indonesia.

“Melatih dengan anak-anak, kita punya masa depan juga untuk bermain di tim nasional. Contoh naturalisasi semua. Kalau saya, saya akan cari anak-anak di sini. Karena di sini ada banyak paket. Indonesia besar, ya,” tegasnya.

Advertisement