Jakarta – Kepala Pemandu Bakat PSSI, Simon Tahamata, menekankan pentingnya kesiapan mental bagi Timnas Indonesia U-17 dalam menghadapi Grup B Piala Asia U-17 2026. Ia menyatakan bahwa tim harus siap bertanding dengan mental baja, jika tidak, lebih baik tidak usah ikut serta.
Grup Berat Menanti Garuda Muda
Timnas Indonesia U-17 akan memulai kiprahnya di Piala Asia U-17 2026 dengan menghadapi lawan-lawan tangguh di Grup B. Garuda Muda dijadwalkan bertanding melawan Jepang, China, dan Qatar. Ketiga negara tersebut memiliki sejarah kuat di turnamen ini, bahkan pernah meraih gelar juara.
Piala Asia U-17 2026 sendiri akan diselenggarakan di Arab Saudi pada 5 hingga 22 Mei mendatang. Bagi Indonesia, ini akan menjadi penampilan kedelapan di ajang ini. Prestasi terbaik timnas di turnamen ini adalah mencapai babak perempatfinal, yang juga mengantarkan mereka lolos ke Piala Dunia U-17 2025.
Tahamata: Bola Itu Bundar, Percaya pada Anak-anak
Simon Tahamata mengakui bahwa lawan yang dihadapi Indonesia di fase grup memang berat. Namun, ia menilai masih ada cukup waktu bagi Timnas U-17 untuk melakukan persiapan yang matang. Ia optimistis bahwa tim memiliki peluang untuk meraih hasil positif.
“Jepang, Cina, Qatar, kuat. Kita masih punya waktu untuk berlatih keras, bermain keras, mentalitas musti lebih baik. Kita tahu tiga negara itu (kuat) berbahaya, tapi bola itu bundar. Kita tidak bisa bilang kalau kita kalah dari mereka, kita harus setuju kita bisa menang lawan mereka,” ujar Simon Tahamata kepada wartawan di GBK Arena, Jumat (14/2/2026).
Tahamata secara tegas meminta para pemain untuk tidak gentar menghadapi lawan-lawan di Grup B. Ia bahkan menyarankan agar tim pulang saja jika tidak memiliki kesiapan mental yang memadai.
“Kalau tidak ada (mental), saya bilang pulang saja, tidak usah bertanding. Kalau orang-orang semua bilang susah, lalu apa? Itu tidak gampang. Kalau anak-anak bermain bola itu tidak gampang, kita harus percaya pada anak-anak itu bermain bola. Percaya mereka. Jangan terlalu kritis, anak-anak ini baru 16 tahun,” tambah Tahamata.
Ia juga berharap masyarakat Indonesia memberikan dukungan penuh dan kepercayaan kepada kemampuan para pemain Timnas U-17, serta tidak memberikan tekanan berlebih kepada para pemain yang usianya masih sangat belia.





