Yogyakarta – Dunia sepak bola Indonesia kembali digemparkan oleh aksi brutal seorang pemain yang menendang kepala lawannya di tengah pertandingan. Kali ini, Dwi Pilihanto, pemain klub KAFI Jogja, harus menerima konsekuensi terberat berupa larangan bermain seumur hidup dan pemecatan dari klubnya.
Insiden di Liga 4 DIY
Peristiwa memilukan ini terjadi dalam laga lanjutan Liga 4 Daerah Istimewa Yogyakarta antara KAFI Jogja melawan UAD FC pada Selasa (6/1/2026). Dwi Pilihanto melakukan tindakan tidak terpuji dengan menerjang kepala lawannya, Amirul, dalam situasi perebutan bola di tepi lapangan.
Pelanggaran keras tersebut hanya berbuah kartu kuning bagi Dwi Pilihanto. Sementara itu, Amirul yang menjadi korban harus segera mendapatkan perawatan medis intensif dan akhirnya ditarik keluar dari lapangan.
Sanksi Tegas dari PSSI DIY
Menyikapi aksi tidak sportif tersebut, Panitia Disiplin (Pandis) Asprov PSSI DIY langsung bergerak cepat melakukan investigasi. Melalui surat keputusan nomor 005/Pandis_Liga4DIY_PSSI_DIY/1/2026, Dwi Pilihanto dinyatakan bersalah melanggar Pasal 48 Jo. Pasal 49 Jo. Pasal 10 Jo. Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025.
Akibat pelanggaran berat tersebut, sang pemain dijatuhi sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup.
KAFI Jogja Pecat Dwi Pilihanto
Menanggapi keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI DIY, manajemen KAFI Jogja tidak tinggal diam. Klub secara resmi memutuskan untuk memecat Dwi Pilihanto dari statusnya sebagai pemain.
Dalam surat pernyataan resmi klub, KAFI Jogja menyatakan menerima sepenuhnya putusan Komdis PSSI DIY. Poin kedua surat tersebut menegaskan pemberhentian Dwi Pilihanto Nugroho sebagai pemain klub.
“Memberhentikan saudara Dwi Pilihanto Nugroho sebagai pemain KAFI karena terbukti bersalah melanggar aturan kode disiplin PSSI 2025,” demikian bunyi surat pernyataan klub.
Selain memberikan sanksi tegas, KAFI Jogja juga menyampaikan doa kesembuhan bagi Amirul, pemain UAD FC yang menjadi korban. Klub berjanji akan terus menjunjung tinggi semangat fair play di setiap pertandingan.






