Insiden kekerasan mewarnai pertandingan Liga 4 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (6/1/2026). Amirul Muttaqin, pemain UAD FC, menjadi korban tendangan di kepala oleh Dwi Pilihanto dari tim KAFI Jogja.
Kondisi Amirul Muttaqin Pasca Tendangan
Peristiwa terjadi saat perebutan bola yang dinilai biasa saja. Dwi Pilihanto mengangkat kakinya tinggi hingga mengenai kepala Amirul Muttaqin. Meskipun aksi brutal tersebut hanya berbuah kartu kuning bagi Dwi, Amirul terpaksa ditarik keluar dari lapangan.
Melalui akun Instagram resmi klub, UAD FC memberikan perkembangan kondisi terkini Amirul. Klub memastikan bahwa Amirul telah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut pasca pertandingan. Hasil pemeriksaan rontgen yang keluar pada sore hari (7 Januari 2026) menunjukkan tidak ada cedera serius pada tulang rahangnya.
“Pasca kejadian pelanggaran tersebut pemain masih menahan rasa sakit di bagian rahang sebelah kiri hingga pertandingan selesai,” tulis UAD FC dalam pernyataannya.
Advertisement
Meskipun tidak ada patah atau retak pada tulang rahang, Amirul masih merasakan sakit saat membuka mulut untuk berbicara atau mengunyah makanan. Kondisinya akan terus dipantau selama 6-7 hari ke depan. Jika tidak ada perubahan, pemeriksaan CT Scan akan dilakukan.
Sanksi Berat untuk Pelaku
Atas aksi tidak sportifnya, Dwi Pilihanto dijatuhi sanksi larangan beraktivitas seumur hidup di dunia sepak bola. Ia juga secara resmi dipecat dari klubnya, KAFI Jogja.
Insiden Serupa Terulang di Liga 4
Insiden ini bukan kali pertama terjadi di Liga 4 dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, Muhammad Hilmi Gimnastiar, pemain PS Putra Jaya, juga menerima sanksi serupa. Ia dihukum larangan bermain seumur hidup dan dipecat dari klubnya setelah melakukan tendangan kungfu ke dada Firman Nugraha dari Perseta Tulungagung dalam pertandingan Liga 4 Jawa Timur.






