Liga Indonesia

The Jakmania Desak Persija Beri Kesempatan Lebih Banyak untuk Pemain Baru

Advertisement

Jakarta – Para pendukung setia Persija Jakarta, The Jakmania, menyuarakan keinginan agar klub memberikan kesempatan bermain yang lebih luas bagi para pemain rekrutan anyar. Ketum The Jakmania, Diky Budi Ramadan, menyatakan bahwa para anggota suporter sangat antusias untuk melihat aksi pemain-pemain baru yang sejauh ini masih minim jam terbang.

Tujuh Pemain Baru Minim Kesempatan

Persija Jakarta mendatangkan tujuh pemain baru pada bursa transfer tengah musim Super League 2025/2026. Mereka adalah Fajar Fathurrahman, Alaeddine Ajaraie, Paulo Ricardo, Shayne Pattynama, Mauro Zijlstra, Jean Mota, dan Cyrus Margono. Namun, dari daftar tersebut, hanya Fajar dan Alaeddine yang relatif mendapatkan kesempatan bermain, masing-masing tiga kali. Shayne Pattynama dan Paulo Ricardo baru mencatatkan satu penampilan, sementara Jean Mota, Mauro Zijlstra, dan Cyrus Margono belum sekalipun diturunkan.

“Sejujurnya teman-teman The Jakmania berharap bisa melihat pemain-pemain baru tampil lebih banyak. Kalau tidak salah, Shayne baru bermain saat melawan Persita,” ujar Diky kepada awak media.

Persaingan Ketat di Lini Serang

Kedatangan tujuh pemain baru ini sejatinya menjadi sinyal keseriusan Persija dalam perburuan gelar juara. Akan tetapi, beberapa nama dinilai akan menghadapi persaingan ketat untuk menembus tim utama. Posisi yang sudah terisi oleh pemain berkualitas menjadi salah satu kendala. Misalnya, Fabio Calonego yang sulit digeser dari posisinya, atau Allano Lima di sektor sayap. Pemain baru seperti Jean Mota harus bersaing dengan Fabio, sementara Mauro Zijlstra harus berebut tempat dengan Gustavo Almeida dan Emaxwell Souza yang memiliki rekam jejak gol impresif.

Advertisement

Harapan untuk Uji Kualitas Pemain Baru

Terlepas dari tantangan persaingan, Diky Budi Ramadan menekankan pentingnya memberikan kepercayaan kepada para pemain baru. Menurutnya, kualitas sesungguhnya dari para rekrutan baru hanya dapat terukur ketika mereka mendapatkan kesempatan untuk unjuk gigi di lapangan.

“Bagaimana kita bisa menilai apakah transfer ini berhasil atau tidak kalau mereka belum benar-benar teruji,” tegas Diky.

Advertisement