Real Madrid dan Xabi Alonso resmi berpisah. Meskipun dikontrak hingga musim panas 2027, Alonso harus mengakhiri masa baktinya lebih cepat setelah kekalahan 2-3 dari Barcelona di Piala Super Spanyol pada Senin (12/1) dini hari WIB.
Drama di Balik Pemecatan Alonso
Dilansir dari The Athletic, Xabi Alonso menghadapi berbagai drama sejak membesut Real Madrid pada Juni 2025. Sejumlah metode latihannya tidak mendapat respons positif dari para pemain. Alonso juga menerapkan disiplin ketat, termasuk larangan keluarga atau kekasih pemain memasuki area latihan Valdebebas, yang kembali menuai ketidaksukaan.
Konflik di ruang ganti menjadi bayang-bayang kelam bagi Xabi Alonso. Strateginya kerap tidak berjalan mulus, bahkan beberapa pemain Real Madrid secara terbuka tidak menyukainya. Vinicius Jr, misalnya, kerap menunjukkan kekecewaan saat diganti, sebuah insiden yang berulang kali terjadi.
Kabar yang beredar menyebutkan, hanya tiga pemain Madrid yang memberikan dukungan penuh kepada Alonso.
Pertemuan Kunci dan Dukungan Tiga Pilar
Situasi memanas setelah Real Madrid kalah 1-2 dari Manchester City di Liga Champions pada 11 Desember lalu di Santiago Bernabeu. Para petinggi klub kemudian mengadakan pertemuan dengan beberapa pemain senior untuk membahas performa Xabi Alonso.
Ketiga pemain senior yang memberikan dukungan penuh kepada Alonso adalah Thibaut Courtois, Rodrygo, dan Jude Bellingham. Mereka menyatakan kekompakan dan keyakinan mereka terhadap kepemimpinan Alonso.
Menariknya, Rodrygo sempat mengalami masa sulit di awal era Alonso, kerap dicadangkan. Namun, ia kemudian dipercaya kembali menjadi starter, tampil tanpa drama, dan menunjukkan performa gemilang. Sayangnya, dukungan tersebut tidak cukup untuk mempertahankan posisinya.
Pada akhirnya, para petinggi klub telah mengambil keputusan tegas untuk berpisah dengan Xabi Alonso.






