Liga Indonesia

Vahid Shamsaei Menangis di Final Piala Asia Futsal, Netizen Iran Serang Pelatih: ‘Kaki Tangan Pembunuh’

Advertisement

Jakarta – Pelatih tim nasional futsal Iran, Vahid Shamsaei, menjadi sasaran serangan netizen negaranya di media sosial menjelang final Piala Asia Futsal 2026 melawan Indonesia. Momen emosional Shamsaei saat konferensi pers menjadi pemicu kritik tajam tersebut.

Momen Emosional dan Tuduhan Netizen

Final Piala Asia Futsal 2026 akan mempertemukan Indonesia melawan Iran di Indonesia Arena pada Sabtu, 7 Februari 2026. Namun, jelang pertandingan krusial tersebut, Shamsaei justru menghadapi gelombang protes dari warganet Iran. Serangan ini bermula dari tangisan Shamsaei di konferensi pers pra-final.

Pelatih berusia 50 tahun itu mendadak emosional saat mengenang situasi di negaranya. “Satu-satunya alasan kami ada di sini adalah untuk memperlihatkan profesionalisme. Saya juga ingin menyampaikan duka yang mendalam untuk warga [Iran] yang kehilangan keluarga mereka di sana,” ujar Shamsaei dengan suara bergetar. Ia menambahkan, “Jadi segala perjuangan ini kami persembahkan untuk mereka. Futsal tidak terlalu berharga saat ini. Yang lebih berharga adalah kami semua bersatu, berpegangan tangan melampaui tantangan ini dan menatap masa depan.”

Shamsaei menegaskan dedikasinya, “Saya ingin mempersembahkannya untuk warga Iran, orang-orang yang saya cintai. Saya sangat cinta mereka. Sekali lagi, duka cita mendalam untuk warga Iran.”

Namun, momen haru tersebut justru dibalas dengan tudingan oleh sebagian netizen Iran. Mereka menuding Shamsaei hanya berpura-pura dan dianggap sebagai bagian dari rezim yang berkuasa. Salah satu cuitan netizen menyatakan, “Vahid Shamsaei, yang pernah menjadi salah satu bintang futsal Iran, kini telah menjadi salah satu kroni Ali Khamenei, dan ketika berbicara tentang menerima penghargaan dari Republik Islam, mungkin hanya Alireza Dehkhar dalam gulat yang dapat menyainginya.”

Advertisement

Kritik semakin pedas dilontarkan oleh netizen lain. “Tanpa ragu, rakyat Iran tidak membutuhkan belasungkawa dan simpati Anda, mengingat Anda telah menjadi kaki tangan para pembunuh dalam bidang budaya dan olahraga. Namun, setiap Anda menjauhkan diri dari para pembunuh rakyat Iran, hukuman Anda di pengadilan rakyat Iran setelah Republik Islam akan lebih ringan,” tulis seorang pengguna media sosial.

Komentar bernada jijik juga muncul, “Tangisan seorang ‘Syiah yang berwatak rendah dan setia’ sama menjijikkan dan mualnya seperti senyum sinisnya.”

Konteks Protes di Iran

Serangan terhadap Shamsaei ini terjadi di tengah gelombang protes yang sedang berlangsung di Iran. Demonstrasi besar-besaran yang menentang rezim Ayatollah Khamenei telah memakan ribuan korban jiwa sejak pecah pada Januari lalu. Rezim yang telah berkuasa hampir empat dekade ini menjalankan negara berdasarkan hukum Syiah.

Isu ekonomi juga menjadi salah satu pemicu utama memanasnya situasi di Iran belakangan ini, yang turut memperparah ketidakpuasan publik terhadap pemerintah.

Advertisement